Setelah masa orde baru berakhir dan beralih ke masa reformasi, rakyat Indonesia memiliki kebebasan untuk

Setelah masa orde baru berakhir dan beralih ke masa reformasi, rakyat Indonesia memiliki kebebasan untuk melaksanakan kedaulatannya secara langsung, yaitu ….

A. Memiliki kebebasan berpendapat.

B. Memiliki hak untuk menjadi kepala daerah.

C. Bebas untuk melakukan kegiatan keagamaan.

D. Memilih presiden dan wakilnya dalam Pemilu.

E. Bebas membentuk partai politik.

Jawaban :

A. Memiliki kebebasan berpendapat

 

Dari Orde Baru ke Reformasi: Sejarah Perubahan Politik di Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah politik yang panjang dan kompleks. Sejak kemerdekaannya pada tahun 1945, Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa dan tantangan yang membentuk identitas dan arah bangsanya. Salah satu periode yang paling penting dan berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia adalah transisi dari orde baru ke reformasi.

Orde Baru: Era Stabilitas dan Represi

Orde baru adalah istilah yang digunakan untuk menyebut rezim yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto, yang berkuasa dari tahun 1966 hingga 1998. Orde baru lahir dari kudeta militer yang menggulingkan Presiden Soekarno, pendiri dan pemimpin pertama Republik Indonesia. Soekarno dituduh terlibat dalam percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, yang menyebabkan pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI.

✅👉 TRENDING :  Apakah yang dimaksud dengan Ritme ?

Soeharto mengambil alih kekuasaan dengan mengklaim sebagai penyelamat bangsa dari ancaman komunis. Ia kemudian membentuk pemerintahan yang otoriter, korup, dan nepotis, yang mengandalkan dukungan militer, birokrasi, dan kelompok bisnis. Soeharto juga mengendalikan media, partai politik, dan organisasi sosial, serta menindas setiap bentuk oposisi dan kritik.

Meskipun demikian, orde baru juga berhasil mencapai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Soeharto menerapkan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pasar, yang didukung oleh bantuan dan investasi asing, terutama dari Amerika Serikat dan Jepang. Soeharto juga mempromosikan nasionalisme dan Pancasila, ideologi resmi negara yang berdasarkan pada lima prinsip: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Reformasi: Era Demokrasi dan Tantangan

Reformasi adalah istilah yang digunakan untuk menyebut proses perubahan politik yang terjadi setelah Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998. Reformasi dipicu oleh krisis ekonomi dan sosial yang melanda Indonesia akibat dampak dari krisis keuangan Asia yang dimulai pada tahun 1997. Krisis ini menyebabkan nilai tukar rupiah anjlok, inflasi melonjak, dan hutang luar negeri meningkat. Krisis ini juga menimbulkan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah.

Salah satu faktor yang mempercepat reformasi adalah peran masyarakat sipil dan gerakan mahasiswa, yang menuntut reformasi politik dan menekan Soeharto untuk mundur. Mereka menggelar demonstrasi, aksi mogok, dan protes di berbagai kota, yang seringkali berakhir dengan bentrokan dan kekerasan. Mereka juga menuntut adanya pemilihan umum yang bebas dan adil, penghapusan Dwifungsi ABRI (peran ganda militer dalam politik dan pemerintahan), dan penegakan hak asasi manusia.

✅👉 TRENDING :  Berdasarkan perjanjian konferensi meja bundar maka sejak 27 desember 1949 NKRI berubah menjadi negara…

Setelah Soeharto turun, Indonesia memasuki era demokrasi, yang ditandai oleh berbagai perubahan dan pencapaian. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pembentukan lembaga-lembaga demokratis, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Mahkamah Konstitusi (MK).
  • Desentralisasi kekuasaan, yang memberikan otonomi dan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah dan masyarakat lokal.
  • Perlindungan hak asasi manusia, yang diwujudkan dengan pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), penghapusan undang-undang yang represif, dan pengadilan hak asasi manusia.
  • Penyelesaian konflik regional, yang melibatkan proses negosiasi, mediasi, dan rekonsiliasi, seperti yang terjadi di Aceh, Papua, Maluku, dan Poso.

Selain itu, Indonesia juga mengalami perubahan dalam gaya kepemimpinan dan tata kelola. Setelah Soeharto, Indonesia telah memiliki tujuh presiden, yang masing-masing memiliki latar belakang, visi, dan karakter yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah:

  • B.J. Habibie, yang menggantikan Soeharto dan memulai reformasi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan liberalisasi politik dan ekonomi.
  • Abdurrahman Wahid, yang dikenal sebagai tokoh pluralis dan moderat, yang berupaya memperbaiki hubungan antara pemerintah dan kelompok-kelompok minoritas, seperti etnis Tionghoa dan agama non-Islam.
  • Megawati Soekarnoputri, yang merupakan putri dari Soekarno dan pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang berbasis pada nasionalisme dan populisme.
  • Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan mantan jenderal dan pemimpin Partai Demokrat, yang berfokus pada isu-isu keamanan, anti-terorisme, dan anti-korupsi.
  • Joko Widodo, yang merupakan mantan gubernur Jakarta dan pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang dikenal sebagai sosok sederhana, pragmatis, dan pro-rakyat.
  • Prabowo Subianto, yang merupakan mantan komandan Kopassus dan pemimpin Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang dikenal sebagai sosok nasionalis, karismatik, dan kontroversial.
  • Sandiaga Uno, yang merupakan mantan wakil gubernur Jakarta dan pemimpin Partai Amanat Nasional (PAN), yang dikenal sebagai sosok pengusaha, profesional, dan inovatif.
✅👉 TRENDING :  Apa yang dimaksud dengan norma ?

Kesimpulan

Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah politik yang dinamis dan menarik. Dari orde baru ke reformasi, Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa dan tantangan yang membawa perubahan dan kemajuan bagi bangsanya. Namun, Indonesia juga masih menghadapi berbagai masalah dan tantangan, seperti korupsi, ketimpangan, dan intoleransi, yang membutuhkan komitmen dan partisipasi dari semua pihak untuk menyelesaikannya. Indonesia adalah negara yang terus berkembang dan berubah, dan kita sebagai warga negara harus terus belajar dan berkontribusi untuk membangun Indonesia yang lebih baik.