BLT UMKM Kembali Dicairkan Kemenkop UKM

BLT UMKM Kembali Dicairkan Kemenkop UKM
image source : google.com

Kabar gembira bagi para pelaku usaha, pada tahap ke 2 ini Kemenkop UKM kembali menyalurkan BLT UMKM. Bantuan tersebut merupakan bentuk kelanjutan serta upaya pemulihan ekonomi nasional akibat adanya covid-19.

Pandemi tidak hanya memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan, tetapi juga memberi pukulan terhadap ekonomi. Kebijakan sosial distancing dalam rangka memutus rantai penyebaran, memiliki efek samping lambatnya laju ekonomi.

Sektor seperti pariwisata dan kerajinan berdasarkan data dari LIPI tahun 2020 sebanyak 89,9% terpengaruh pandemi. Penyebabnya ada tiga faktor, turunnya angka wisatawan, kesulitan distribusi barang, dan sulit mendapatkan modal.

Terdapat beberapa langkah pemerintah dalam mengupayakan pemulihan ekonomi nasional. Pertama adalah mengupayakan budaya protokol kesehatan dan kedua adalah memberikan stimulus serta bantuan modal bagi pemilik usaha.

Mengenai BLT UMKM Tahun 2021

Memahami dampak dari pemberlakuan pembatasan sosial, pemerintah bergerak cepat dalam upaya memulihkan ekonomi nasional. Pendekatannya adalah memberikan kesempatan bagi pemilik usaha agar tetap bertahan dan berinovasi.

Kesulitan mendapatkan modal juga menjadi salah satu konsentrasi, sehingga pemberian bantuan tunai menjadi solusinya. 2021 ini, setelah setahun pandemi berlangsung, pemerintah masih melanjutkan bantuan tunainya, meskipun skemanya berubah.

Perubahannya terletak pada persyaratan dan besaran bantuannya. Awalnya berdasarkan keputusan menteri, besarannya mencapai 2,4 juta rupiah. Namun pada tahun 2021 ini besarannya hanya separonya, yaitu 1,2 juta rupiah.

Penurunan besarannya disebabkan karena perbedaan kondisi. Pertama kondisi pandemi berkepanjangan membutuhkan dana lebih besar bagi permasalahan sosial. Kedua roda ekonomi sudah perlahan mulai pulih dengan diterapkannya protokol kesehatan.

Meskipun bantuannya lebih sedikit, akan tetapi manfaatnya tidak kalah besar. Terlebih sifatnya hibah, sehingga tidak ada kewajiban dari pemilik usaha agar mengembalikan dana yang diterimanya.

Selain perubahan besaran, ketentuan persyaratan BLT UMKM juga mengalami pengembangan. Bukan hanya unit usaha tanpa KUR saja, melainkan unit usaha yang telah menerima insentif tahun sebelumnya juga boleh mendaftar lagi.

Untuk mengurangi potensi penerima dobel dilakukan pembersihan dan validasi data kembali. Validasi dilakukan dengan memperbarui kondisi data usulan, apakah sudah menerima KUR, apakah masih memenuhi syarat, dan sebagainya.

Pengembangan data baru juga senantiasa dilakukan, terutama meminta tambahan pendataan dari lembaga pengusul. Sehingga dengan demikian, bantuannya bisa merata dan bagi penerima sebelumnya tetapi masih kesulitan, kini berkesempatan lagi.

Cara Mendaftar Program BLT UMKM

Setiap pemilik usaha memiliki hak dalam mendaftarkan usahanya sebagai penerima bantuan tunai. Pendaftarannya dilakukan melalui lembaga pengusul di daerahnya. Caranya dengan mendatangi secara langsung, belum ada layanan daftar daring.

Lembaga pengusulnya meliputi dinas koperasi dan UKM, kementerian atau lembaga, koperasi yang disahkan badan hukum, dan perbankan. Bagi pemilik usaha dapat mengajukan formulir melalui lembaga pengusul tersebut.

  1. Mempersiapkan Berkas yang Dibutuhkan

Sebelum mulai mendaftar, persiapkan berkas – berkasnya terlebih dahulu. Berkasnya meliputi Surat Keterangan Usaha (apabila tidak sesuai domisili), NIK, Alamat Lengkap, Bidang usaha, beserta nomor telepon yang masih aktif.

  1. Proses Verifikasi Pengajuan Data

Prosedur pendaftaran berikutnya merupakan proses verifikasi pengajuan data dari pemilik usahanya. Verifikasi merupakan syarat wajib sebelum diajukan ke tingkat provinsi pada dinas yang membidangi koperasi dan UKM.

  1. Pengajuan Kepada Kementerian Koperasi dan UKM

Tahap akhir adalah pengajuan kepada Kementerian Koperasi dan UKM. Apabila lolos serta terpilih sebagai penerima manfaat programnya, akan mendapatkan sms notifikasi. Karena itulah pentingnya mendaftar menggunakan nomor yang masih aktif.

Melihat alur proses pendaftarannya, menunjukkan bahwa sebenarnya tidak rumit mengikuti program BLT UMKM. Pemilik usahanya hanya perlu mengirimkan pengajuan sekali saja pada lembaga pengusulnya, selanjutnya tinggal menunggu konfirmasi.

Apabila sudah menerima sms informasi sebagai penerima BPUM, pencairan bisa segera dilakukan. Pastikan memeriksa terlebih dahulu bank terkait sebagai penyalur bantuan BPUM, sehingga proses pencairannya bisa cepat.

Tata Cara dan Ketentuan Pencairan Dana Bantuannya

Pencairan dana BLT UMKM dapat dilakukan setelah memperoleh notifikasi melalui SMS bahwa terpilih sebagai penerima bantuan Banpres. Simpanlah SMS tersebut, sebagai tanda bukti ketika mengajukan pencairan pada bank.

Pencairan serta pengiriman dana bantuannya dikirimkan kepada rekening penerima. Apabila pada proses pendaftaran masih belum memiliki rekening, akan dibuatkan rekeningnya terlebih dahulu oleh bank penyalur bantuannya.

Untuk mencairkannya tinggal mendatangi bank penyalur BPUM yang telah ditunjuk pemerintah sebelumnya. Ikuti prosedur pencairannya (siapkan data diri untuk berjaga – jaga), apabila sudah tuntas, maka dana bantuannya didapatkan saat itu juga.

Setelah menerima dananya, penggunaannya dibebaskan sesuai dengan kebutuhan dari pemilik usahanya. Namun sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional, diharapkan mampu membantu biaya operasional dari UMKM tersebut.

Optimasi penggunaan bantuannya bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Pertama melalui pembelian bahan baku produksi atau kedua melalui pengoptimalan teknologi dalam menunjang produksi serta pelayanan berbasis digital.

Pemerintah juga mengharapkan kreativitas serta inovasi dalam mengembangkan teknologi digital. BLT UMKM diharapkan menjadi salah satu dana pendukung untuk mengoptimalkan potensinya memanfaatkan teknologi digital.

Sangat tidak dianjurkan menggunakan dananya pada kebutuhan konsumtif karena manfaatnya tidak besar. Memiliki perencanaan sebelum membelanjakan akan mengurangi potensi pemanfaatan tidak sesuai dengan harapan programnya.

Alternatif Lain Selain BLT UMKM

Salah satu kebutuhan dari UMKM adalah pendanaan di era pandemi ini. Namun selain itu, adanya konsumen juga menjadi salah satu faktor penentu apakah mampu menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi nasional.

Kebutuhan dana bisa dipenuhi dengan berbagai alternatif sumber pendanaan lainnya, seperti mengambil KUR, mencari crowdfunding, atau mencari investor. Namun apabila ingin membantu program pemulihan nasional pemerintah, bisa mencoba e-warong.

E-warong merupakan sebuah toko yang menjadi agen penyaluran bantuan pangan non tunai dari program kemensos. Tugasnya sendiri tidak jauh berbeda ketika berjualan sembako biasanya, hanya saja wajib menyediakan beras dan telur.

Persyaratan utamanya adalah memiliki reputasi tinggi serta telah lolos uji tuntas oleh bank penyalur. Keterampilan melayani pelanggan lansia dan disabilitas berat juga menjadi salah satu persyaratannya, karena penerima manfaatnya juga lansia dan disabilitas berat.

Namun untuk menjadi agen e-waroeng tidak bisa mendaftarkan diri, hanya bisa dipilih melalui rekomendasi. Namun apabila Anda bergerak dibidang sembako dan bahan pangan, serta memiliki reputasi baik, potensi besar direkomendasikan e-waroeng.

UMKM menjadi penggerak ekonomi terbesar bagi Indonesia, sebagian besar tenaga kerja terserap melalui UMKM. Adanya dampak negatif dari pandemi membuat pemerintah memberikan dukungan berupa BLT UMKM untuk meminimalisir dampaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.